Wednesday, May 26, 2010

Awas Penyakit Frambusia Mengancam!


www.AstroDigi.com

Waspada.co.id | Senin, 17 Mei 2010 | Dinas Kesehatan Sumatera Utara menghimbau kepada warga Sumatera Utara untuk mewaspadai penyakit frambusia, yang juga disebut patek atau bubo, atau biasa disebut penyakit langka.

Kepala seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinkes Sumut, Sukarni, mengatakan di Sumatera Utara, penyakit ini sudah dua tahun hilang dan tidak ditemukan satu kasuspun.

“Kali terakhir kasus di Sumut terjadi di Pantai Labu Deli Serdang sebanyak tiga penderita,” katanya, pagi ini, di Medan.

Tahun 2010 ini, katanya, sudah ada dua kasus terjadi di Sumut yakni, di Pakpak Bharat dan Humbang Hasudutan masing-masing satu penderita, yang ditemukan pada April 2010 lalu.

“Jadi yang di Humbahas menjangkiti seorang tukang bangunan saat dia bekerja di Aceh. Disana dia satu camp dengan pekerja lainnya dan pas pulang menderita ini. Sedangkan di Phakpak Bharat sempat dirawat di rumah sakit setempat, setelah diberikan pengobatan, sudah mulai normal kembali,” ujarnya.

Frambusia, kata Sukarni, sebagai penyakit kulit menular menahun yang kambuhan. Penyebabnya adalah kuman, bernama treponema pertenue. “Penyakit ini biasanya banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun,” timpalnya.

Awalnya, katanya, penderita ini mengalami gejala fase awal berupa benjolan di kulit (papula) yang tidak sakit dan berbentuk seperti buah arbei dengan permukaan basah tanpa nanah. “Jika langsung diobati gejalan ini bisa hilang sendiri tanpa meninggalkan bekas,” ungkapnya.

Gejala fase lanjut, tambahnya, bisa mengalami kelainan biasanya kering kecuali jika disertai infeksi (borok), pada gejala lanjut dapat mengenai telapak tangan, telapak kaki, sendi dan tulang sehingga dapat menyebabkan kecacatan.

“Kalau sudah begini sembuhpun bisa mengalami kecacatan,” pungkasnya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...