Thursday, June 10, 2010

20 Tewas Akibat Gelombang Panas Di India


www.AstroDigi.com

Suarapembaruan.com | Selasa, 8 Juni 2010 | Gelombang panas yang melanda India telah merenggut sedikitnya 20 jiwa, selain mengganggu kehidupan masyarakat dan bisnis. Pengukuran temperatur mencatatkan rekor untuk Mei dengan suhu mencapai 50 derajat Celcius. Pihak rumah sakit mengatakan, ratusan orang telah dirawat karena gelombang panas.

Mayur Dave, Juru Bicara Rumah Sakit Vadilal Sarabhai mengatakan, gelombang panas sangat berdampak bagi para penderita diabetes dan tekanan darah tinggi. “Sedikitnya 350 pasien sudah dirawat sampai saat ini. Di barat Kota Ahmedabad, ratusan orang jatuh sakit karena menderita dehidrasi akibat temperatur lebih dari 45 derajat Celcius,” tuturnya.

Penderitaan warga diperparah dengan kurangnya persediaan air setelah sungai-sungai di daerah itu mengering. Di Shimla, wilayah perbukitan di utara India merupakan tempat liburan favorit bagi mereka yang mencari temperatur yang hangat. Tapi, dengan gelombang panas seperti saat ini, temperatur di wilayah itu telah menjadi sangat panas.
“Kami tidak pernah mengalami temperatur mencapai lebih dari 27 hingga 28 derajat, tapi kali ini sudah lebih dari 30 derajat, jadi ini sangat tidak diharapkan terjadi dan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ashok Kureja, warga Shimla.

Tragedi Gas Bhopal
Sementara itu, pengadilan India di ibu kota negara bagian tengah Madhya Pradesh, Bhopal, memvonis bersalah tujuh mantan manajer perusahaan dalam insiden kebocoran gas Bhopal yang meracuni ribuan orang di daerah kumuh dan permukiman pada 3 Desember 1984. Ketujuh mantan manajer lokal itu masing-masing dihukum dua tahun penjara dan membayar denda sebesar 100.000 rupee (US$ 2.100).

Biro Pusat Investigasi mengatakan, mereka dinyatakan melakukan kelalaian pidana. Salah satu terpidana adalah mantan pimpinan kelompok India Keshub Mahindra yang saat ini adalah pimpinan perusahaan truk Mahindra & Mahindra.
Di pihak lain, para korban dan kelompok hak asasi manusia mengecam vonis itu sebagai hukuman yang terlalu ringan.
Sejumlah orang berteriak vonis itu adalah penghinaan dan “gantung yang bersalah.”
“Selama 25 tahun kami menunggu dan sekarang setelah dua jam, orang-orang itu secara efektif telah dibebaskan,” kata Savitiri Mahe yang berdiri di luar gedung pengadilan sambil memegang foto putrinya yang tewas dalam insiden itu, Senin (7/6).

Direktur Isu Dunia Amnesti Internasional Audrey Gaughran mengatakan, “Sementara para karyawan lokal telah diadili dan dihukum, orang asing bisa menghindari keadilan dengan bertahan di luar negeri.”
Para terpidana mempertimbangkan banding dan mereka tidak langsung dipenjarakan. Dalam kasus ini, jaksa berpendapat, ada cacat dalam desain pabrik berupa kelalaian pidana operasional. Cacat itu diketahui manajemen, tapi diabaikan untuk alasan komersial.

Pengadilan juga memerintahkan The Union Carbide untuk membayar denda sebesar 500.000 rupee. Pada saat kecelakaan, sebanyak 51 persen saham The Union Carbide atau Union Carbide India Limited (UCIL) dimiliki oleh kelompok usaha dari Amerika Serikat.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...